Tim mahasiswa dari Politeknik Negeri Medan (Polmed) menciptakan inovasi cold storage portabel bertenaga surya untuk menghadapi situasi darurat bencana, sebagai langkah menjaga ketahanan pangan di Desa Kampung Dalam, Aceh Tamiang.
Mahasiswa ini termasuk dalam 5.040 peserta dari 36 perguruan tinggi yang ikut ambil bagian dalam pemulihan pascabencana di Aceh melalui Program Mahasiswa Berdampak
Dosen pembimbing utama sekaligus Kepala Jurusan Teknik Elektro Polmed, Supriyanto menjelaskan bahwa alat tersebut merupakan hasil riset dan penerapan di beberapa daerah, diharapkan tetap berfungsi meski terjadi pemadaman listrik, sehingga dapat mendukung penyimpanan bahan pangan UMKM dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami dari Politeknik Negeri Medan dipercaya melaksanakan program ini di Aceh Tamiang melalui inovasi cold storage berbasis tenaga surya. Dengan teknologi yang telah melalui riset dan implementasi di berbagai daerah, alat ini diharapkan tetap berfungsi optimal meskipun terjadi pemadaman listrik, sehingga mendukung penyimpanan bahan pangan UMKM dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Supriyanto, melansir Antara, Jumat 27 Februari 2026.
Menurutnya, penggunaan tenaga surya pada sistem pendingin ini sejalan dengan upaya global dalam menerapkan energi bersih dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Dengan memanfaatkan energi matahari, sistem ini tidak hanya memenuhi kebutuhan darurat, tetapi juga mengurangi ketergantungan penggunaan bahan bakar fosil sekaligus menurunkan emisi karbon,” ucap Supriyanto
Mahasiswi Polmed, Riska Aini Putri menjelaskan, mereka bekerja sama dengan mitra UMKM katering, yang sebelumnya memproduksi sekitar 4.000 porsi takjil.
Pemanfaatan cold storage memungkinkan penyimpanan makanan dan masakan tetap aman saat pemadaman listrik, sehingga operasional UMKM tetap berjalan.
“Kami juga bekerja sama dengan mitra UMKM katering. Bahkan, kemarin mereka memproduksi sekitar 4.000 porsi takjil. Dengan adanya cold storage ini, bahan makanan maupun hasil masakan dapat disimpan dengan aman, termasuk saat terjadi pemadaman listrik, sehingga aktivitas UMKM bisa tetap berjalan,”ujarnya.
Sejalan dengan Riska, seorang pelaku UMKM, Sri Julianti mengungkapkan dampak positif kehadiran cold storage berbasis tenaga surya ini terhadap keberlangsungan usaha dan aktivitas ekonomi warga di wilayah sekitarnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada para mahasiswa. Dengan adanya cold storage berbasis tenaga surya ini, kami sangat terbantu dalam menyimpan bahan makanan agar tetap segar dan tidak cepat rusak. Kami juga lebih tenang menjalankan usaha meskipun listrik tidak stabil, sehingga fasilitas ini membuat usaha kami bisa berjalan lebih stabil setelah terdampak bencana,” ucap Sri.
Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, I Ketut Adnyana menekankan bahwa Program Mahasiswa Berdampak 2026 merupakan upaya transformasi pendidikan tinggi agar lebih relevan dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat.
“Mahasiswa dan pemerintah akan terus hadir bersama masyarakat. Kehadiran para mahasiswa diharapkan dapat memberikan semangat dan optimisme bagi masyarakat untuk bangkit dari cobaan, serta menumbuhkan keyakinan bahwa kehidupan ke depan akan lebih baik melalui pemanfaatan potensi dan teknologi yang ada di Aceh Tamiang. Ini adalah bentuk nyata pendidikan tinggi yang berdampak,” ucap I Ketut Adnyana